Blogger news

Sabtu, 31 Maret 2012

Menghitung Umur Semesta


Ada yang mencoba, menghitung Umur Semesta…
Namun, bukan melalui penelitian selama bertahun-tahun…
Akan tetapi, hanya cukup dengan beberapa ayat di dalam Al Qur’an…
Hasilnya !
Umur Semesta diperoleh angka 18,26 milyar tahun…
Kok bisa secanggih itu ya?
Terus bagaimana angka  18,26 milyar, bisa diperoleh ?
(1). Berdasarkan informasi Al Qur’an, keberadaan alam dunia tidak lebih dari 1 hari. Ini termuat dalam QS. Thaha ayat 104.
“Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan, ‘Kami tinggal (di dunia) tidak lebih dari sehari saja.’.”
(2). Sehari langit sama artinya dengan 1.000 tahun perhitungan manusia. Dijelaskan dalam QS. Al Hajj ayat 47.
“Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar adzab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”
(3). Sehari kadarnya 50.000 tahun yang termuat dalam QS. Ma’arij ayat 4.
“Para malaikat dan Jibril naik, (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.”
Bila 1 tahun manusia adalah 365,2422 hari, maka sehari langit diperoleh:
365,2422 x 50.000 x 1.000 x 1 diperoleh 18,26 milyar tahun.
Wah, ini perhitungan matematika yang sangat canggih!
Ternyata paparan itu dibuktikan oleh pendapat Moh. Asadi dalam bukunya The Grand Unifying Theory of Everything. Dia menyatakan kalau umur alam semesta itu 17—20 milyar tahun. Sementara, Profesor Jean Claude Batelere bilang kalau umur semesta itu kisarannya ada di 18 milyar tahun. Terus ditambah dengan teori NASA yang mengeluarkan data umur semesta itu ada di kisaran 12—18 milyar tahun.
Para ilmuwan dengan segala peralatan canggihnya dan ilmu ’tingginya’ berusaha menguak berapa umur semesta, ternyata sebenarnya di dalam Al Qur’an sudah tertera dengan begitu jelasnya tentang misteri itu.
Apakah anda percaya… dengan semua perhitungan di atas ?
boleh yakin… boleh juga tidak…
WaLlahu a’lamu bisshawab…

Indonesia Nenek Moyang Penduduk Madagaskar


Studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the Royal Society B, Rabu (21/3/2012), mengungkapkan bahwa orang Indonesia adalah nenek moyang penduduk Madagaskar. 

Kesimpulan tersebut didapatkan setelah ilmuwan asal Massey University di Selandia Baru, Murray Cox, melakukan analisis DNA orang Indonesia dan Madagaskar (disebut Malagasi).
Dalam riset, Cox mengambil sampel DNA dari 2.745 orang Indonesia yang berasal dari 12 kepulauan serta 266 etnis Malagasi, terdiri dari Mikea, Vezo, dan Andriana Merina. Penelitian memfokuskan pada DNA Mitokondria, jenis DNA yang terdapat di organel sel yang berfungsi menghasilkan energi. 
DNA ini diturunkan lewat ibu.Riset menunjukkan bahwa 22 persen sampel punya pola DNA Polinesia, ciri suku Polinesia tetapi jarang ditemukan di Indonesia barat. Pada salah satu suku Malagasi, karakter ini ditemukan pada 1 dari 2 orang.“Kami berpendapat kolonisasi awal (Madagaskar) oleh sekelompok kecil perempuan Indonesia, kurang lebih 30 orang,” ungkap Cox seperti dikutip situs Discovery, Rabu hari ini.
Perempuan yang mengolonisasi Madagaskar masih produktif dan memiliki 93 persen gen yang terkait dengan Indonesia. Penemuan ini mungkin mengejutkan, tetapi beberapa bukti arkeologis dan linguistik mendukung. Secara linguistik, dialek Madagaskar mirip dengan Indonesia.Bukti lain, banyak leksikon Madagaskar berasal dari bahasa Ma’anyan yang dipakai di lembah Sungai Barito, Kalimantan.
Sementara itu, terdapat beberapa kata yang mirip bahasa Jawa, Melayu, dan Sansekerta.Secara arkeologis, kolonisasi oleh Indonesia dibuktikan dengan temuan perahu, alat besi, alat musik seperti xylophone, alat makan, serta budidaya tanaman ubi jalar, pisang, dan talas.Adakah laki-laki Indonesia yang berperan dalam kolonisasi Madagaskar? “Kami tahu laki-laki dan perempuan Madagaskar berasal dari Indonesia, cuma kami tak tahu berapa jumlah laki-laki. Bukti yang kami miliki menunjukkan bahwa jumlahnya sangat kecil,” tambah Cox seperti dikutip Livescience, hari ini.
Teori kolonisasi Madagaskar sebelumnya menyebutkan bahwa kolonisasi sangat terencana. Sebab, pulau tersebut cocok untuk pelabuhan dalam perdagangan jalur Afrika ke Eurasia.Dengan penemuan ini, Cox mengatakan, “Kita perlu berpikir kembali banyak hal tentang bagaimana Madagaskar dikolonisasi.”Cox mengungkapkan bahwa kolonisasi Madagaskar bisa jadi terjadi secara tak sengaja. Hal ini didukung oleh simulasi arus laut dan pola cuaca monsun.
Pada masa Perang Dunia II, misalnya, bangkai kapal yang dibom di dekat Sumatera dan Jawa bisa terbawa hingga ke Madagaskar. Hal yang sama juga bisa terjadi pada pelaut masa lalu.Menanggapi hasil penelitian ini, Matthew Hurles, peneliti dari Wellcome Trust Sanger Institute, mengakui adanya keterkaitan antara Indonesia dan Madagaskar.Ia berpendapat, “Orang Malagasi adalah 50:50 perpaduan dari dua grup nenek moyang, Indonesia dan Afrika Timur.”

HUBUNGAN MATA BATIN ATAU INDRA KE 6 DENGAN OTAK TENGAH ATAU DINAMAKAN KELENJAR PINEAL GLAND


“Tubuh manusia secara harfiah adalah kristal cair raksasa”
Dr.Robert O.Backer
Sekilas Tentang Pineal gland :
Pineal Gland , Atau kelenjar pineal , adalah salah satu jaringan kecil yang terletak di bagian pusat kepala , terletak pada bagian yang sangat “dalam” di otak , dan terendam cairan serebrospineal . kelenjar pineal tidak hanya mampu merasakan adanya cahaya dari luar , tetapi strukturnya juga seperti mata dan benar-benar memiliki lensa ,kornea , dan retina , tetapi lebih sederhana . kelenjar ini juga sensitif terhadap cahaya , persis seperti mata . sejumlah besar fungsi-fungsi jasmani yang penting seperti pengembangan seksual , metabolisme ,dan produksi melatonin , dilakukan oleh kelenjar ini .
fungsi kelenjar Pineal Sehubungan dengan topik Tema diatas ,yang Paling Penting adalah Kemampuan kelenjar Pineal memancarkan sekresi kepada pusat – pusat strategis otak yang berhubungan dengan hal emosional , Visual , dan pendengaraan . Kelenjar Pineal membantu mengatur suhu tubuh dan warna kulit . Umumnya , Setelah priode yang penuh imajinasi pada masa kanak-kanak , Kelenjar Pineal Mengalami Klasifikasi dan Berkurang kegiatannya Ketika seorang Menginjak Usia 12 Th .
keunikan Kelenjar Pineal dibanding bagian tubuh lainnya : kelenjar ini merupakan satu-satunya kelenjar di otak yang tidak mempunyai pasangan .
 Kelenjar pineal disebut “mata ketiga” oleh orang-orang kuno. Ia di anggap memiliki kekuatan mistik. Hal ini mungkin mengapa Descartes filsuf Perancis memutuskan bahwa kelenjar pineal adalah kursi jiwa manusia, lokasi apa yang kita sebut pikiran.
pineal ini tidak berisi peta lengkap bidang visual dari mata, dan memainkan beberapa peranan penting dalam fungsi manusia.
Juga disebut badan pineal atau epiphysis cerebri, kelenjar pineal adalah penting untuk diskusi ini karena dua alasan. Pertama, adalah pusat untuk produksi hormon melatonin. Melatonin terlibat dalam berbagai aktivitas manusia. Ini mengatur ritme tubuh sehari-hari, terutama hari / siklus malam (ritme sirkadian). Melatonin dilepaskan dalam gelap, saat tidur. Menggila melatonin baru-baru ini menyapu melalui masyarakat sadar kesehatan membuat klaim bahwa hormon memperlambat proses penuaan (pertahanan terhadap radikal bebas), mencegah jet lag, yang terlibat dalam gangguan afektif musiman, koordinat kesuburan, dan memungkinkan untuk dalam pola tidur nyenyak.
Melatonin adalah hormon yang sangat kuno yang ditemukan di seluruh kerajaan binatang. Dalam reptil dan burung pineal ini dekat dengan kulit dan kebutuhan interaksi dengan mata untuk mendaftarkan hari / siklus malam (ini adalah di mana pengertian dari ‘mata ketiga “berasal dari). Dalam hewan, kelenjar pineal adalah master jam. Pada mamalia, bagaimanapun, kelenjar pineal adalah bawahan mata / sistem SCN Light parah. membatasi produksi melatonin.
Melatonin telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan dan metastasis beberapa tumor pada hewan percobaan, dan karena itu mungkin memainkan peran dalam penghambatan kanker.Penghapusan kelenjar pineal dan / atau pengurangan dalam output melatonin telah terlibat dalam peningkatan insiden kanker payudara di laboratorium hewan. Pasien yang menderita kanker payudara memiliki tingkat melatonin dalam darah. Hormon juga telah ditunjukkan untuk menjadi pelindung terhadap kerusakan genetik, dan memiliki efek stimulasi pada sistem kekebalan tubuh .