Blogger news

Minggu, 18 Maret 2012

Buah Zaitun / Olive (Olea Europea)



Tumbuhan zaitun mempunyai ketinggian 3 meter, berdaun hijau terang dan berbuah ungu gelap. Ia biasanya boleh didapati di negara-negara Timur Tengah seperti syiria, palestin, Mesir, Mekah , Medinah, Mediterranean, Sepanyol, Turki, Itali, tunisia dan Morocco. Di dalam Al-Qur’an terdapat sebuah surat dinamakan At Tiin yang diambil dari kata At Tiin yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya buah Tin. Selain buah Tin, juga terdapat buah zaitun, yang menurut sebagian ahli tafsir bahwa yang dimaksud dengan Tin ialah tempat tinggal Nabi Nuh, yaitu Damaskus ibu kota negara Syiria yang banyak pohon Tin; dan Zaitun ialah Baitul Maqdis yang banyak tumbuhnya pokok Zaitun.
Mengenai buah zaitun, Allah SWT telah menyebutnya di dalam al-Quran sebanyak tujuh kali iaitu dua kali disebut secara sendirian dan lima kali telah di sebut bersama dengan buah-buahan yang lain seperti tamar, delima, anggur dan buah tiin. Diantara Firman Allah di dalam al-Quran menegenai buah zaitun yang bermaksud
“Demi buah tiin dan zaitun. Demi gunung sinai dan negeri Mekah yang dijadikan aman…” (at-Tiin : 1 – 2)
“Dan pohon yang (tumbuh) keluar dari Tursina, yang (pohon zaitun) itu menghasilkan minyak dan menjadi kuat bagi orang-orang yang makan.” (Al Mukmin : 20)
Gambaran ini menunjukkan betapa banyaknya khasiat buah zaitun dimana bukan setakat ianya mempunyai khasiat yang tinggi untuk kesihatan tetapi ia juga merupakan pohon yang diberkati berdasarkan firman Allah dalam surah an-Nuur ayat 35.
“Dinyalakan (dengan minyak) dari sebuah pohon yang diberkahi, (yaitu) zaitun yang tidak tumbuh di sebelah timurnya dan tidak pula disebelah baratnya, hampir-hampir minyaknya saja menerangi walaupun tidak disentuh api.” ( An-Nuur : 35 )
Rasulullah SAW juga ada bersabda yang bermaksud;
“Hendaklah kalian menggunakan minyak zaitun sebagai lauk dan buatlah ia sebagai minyak oles, karena ia (minyak zaitun) berasal dari pohon yang diberkahi.”
(HR Abu Daud).
Cerita tentang Pokok Zaitun
Zaitun mulai berbuah saat berumur lima tahun dan usianya dapat mencapai ribuan tahun, sehingga yang tadinya perdu telah menjadi pohon besar. Pohon zaitun yang berumur ribuan tahun di antaranya pernah ditemukan di Palestina yang bertahan hidup hingga 2000 tahun. Menurut pengamal hadith, setelah banjir besar di zaman Nabi Nuh melanda, tumbuhan zaitun adalah yang pertama kelihatan. Ia juga dikatakan bahwa pohon zaitun merupakan pohon sebangsa kaya yang berumur panjang untuk masa yang lebih dari seratus tahun. Ia menghasilkan buah secara terus-menerus tanpa harus memerlukan penjagaan, sebagaimana ia akan selalu nampak hijau dan indah bila dipandang. Selain ianya juga apabila dibakar mampu mengeluarkan cahaya yang terang tanpa mengeluarkan asap adalah menakjubkan dan itulah hakikat kelebihan minyak zaitun.
Khasiat dari buah Zaitun
Buah zaitun kaya dengan vitamin A, B1, B2, C, D, E, K dan besi. Buah yang terbaik untuk dimakan adalah daripada Greece, “Kalamata olive” berwarna ungu gelap, berbentuk buah badam dan bersaiz ½” ke 1″. Ia dipek dan dipasarkan dalam minyak zaitun atau cuka. Buah2 untuk tujuan ini akan dipetik atau digugurkan tetapi dibiarkan matang untuk penghasilan minyak. Buah zaitun digred mengikut tahun ia diambil dari pokok, jenis dan saiz. Melalui kajian- kajian sains semasa mendapati Dari kajian-kajian sains yang dijalankan mendapati, minyak zaitun mengandungi asid lemak tidak tepu yang dikelaskan sebagai “monounansaturated” yang mampu merendahkan kolesterol berbahaya di dalam darah. Satu kajian yang telah dijalankan oleh pakar- pakar kesihatan di Institut Sains Kesihatan, Universiti Oxford melihat perkaitan antara kanser dan pemakanan seseorang. Didapati bahawa negara yang mengamalkan pengambilan daging yang kerap dan rendah dalam pengambilan sayur- sayuran mempunyai risiko dan kes penyakit kanser yang tinggi tetapi pengambilan minyak zaitun akan mengurangkan kadar kes tersebut.
Menurut Imam Ibn Qayyim Al Jauziyyah dalam At Thibb An- Nabawiyah, mutu minyak zaitun adalah bergantung kepada pokok yang mengeluarkannya. Sebagai contoh, jenis yang terbaik adalah minyak zaitun yang dikeluarkan daripada buah yang masak, manakala minyak daripada buah zaitun yang belum masak adalah bersifat sejuk dan kering. Buah zaitun yang telah masak ranum, lebih cenderung menjadi panas dan mengurai. Oleh itu, jika ia diproses menggunakan air akan menjadikannya kurang panas, bertindak dengan lembut dan lebih berkhasiat. Walaubagaimanapun, semua jenis minyak zaitun akan melembutkan kulit serta melambatkan proses penuaan. Di samping itu, minyak zaitun dapat melawan racun di dalam badan dengan bertindak sebagai ‘laxative’ dan menyingkirkan cacing di dalam badan.
Berbagai penelitian ilmiah menyatakan bahwa buah zaitu tergolong zat makanan yang bagus. Dari buahnya dapat dikeluarkan minyak zaitun yang sangat bermanfaat bagi sistem pencernaan dan sistem peredaran darah (jantung).
Berikut merupakan antarasudut kajian sains yang telah mengakui khasiat minyak zaitun untuk pengubatan:
1. DR Scoot Grandy dari Universitas Texas dan DR Satsoon dari Universitas California, keduanya mengadakan penelitian tentang menurunnya jumlah penderita penyakit liver pada sebuah daerah yang masyarakatnya menjadikan minyak zaitun sebagai campuran makanan.
2. Tanggal 21 April 1997 diselenggarakan pertemuan ilmiah di Roma yang dihadiri pakar medis, mereka mengupas dan mengeluarkan keputusan penting tentang minyak zaitun, dalam siaran persnya mereka menegaskan bahwa minyak zaitun dapat melindungi serangan penyakit arteriole (saluran darah kecil di hepar/liver dan menghambat naiknya kolesterol darah), tekanan darah dan diabetes sebagaimana ia melindungi dari serangan sebagian penyakit kanser.
3. Minyak zaitun dapat menurunkan tingkat kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL, tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap kolesterol yang bermanfaat, sehingga organ hati dan jantung akan terjaga serta rusaknya urat dalam tubuh.
4. Prof. Asman dari Universitas Monster, Jerman, menunjukkan bahwa kebiasaan menggunakan minyak zaitun memberikan peluang cukup besar untuk dapat melindungi diri dari sejumlah serangan kanser, seperti kanser usus besar, rahim dan indung telur.
5. Archieves of Internal Medicine, edisi Agustus 1998 menegaskan bahwa kebiasaan mengambil sesudu makan minyak zaitun setiap hari, memungkinkan untuk dapat mengurangi terkena kanser payudara hingga 45%.
6. Dalam Annals of Oncology (10 Januari 2005) menyatakan pakar- pakar sains mendapati diet Meditranean yang kaya dengan minyak zaitun akan mengurangkan risiko seseorang mendapat kanser payudara kerana kandungan ‘oleic acid’ yang terdapat didalamnya.
7. Dan masih banyak penelitian kedoktoran moden lainnya yang secara ilmiah terbukti mampu mencegah dan mengobati pelbagai jenis penyakit.
Rahsia dan Manfaat Minyak Zaitun
Ia bertindak sebagai penambah zat makanan, mencuci dan membaik pulih perut dan menjadi penawar racun. Ia akan membantu pesakit gastrik dan juga yang mengalami kegagalan fungsi buah pinggang. Jika minyak zaitun diambil sebagai sapuan luaran, ia bertindak sebagai pelicin dan pelembut kepada kulit yang mengalami ekzema dan psoriasis seterusnya dapat meremajakan kulit.
• merendahkan kadar kolesterol berbahaya
• memelihara kesihatan
• mengawal tekanan darah tinggi
• mencegah dan mengawal serangan pelbagai jenis kanser
• mengurangi peradangan sendi
• membunuh kutu kepala
Rujukan
http://majlisdzikrullahpekojan.org/sains-islam/rahasia-dan-manfaat-buah-zaitun.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Olive_tree

Rahasia Senyuman Rasulullah Muhammad SAW




Ketika Anda membuka lembaran sirah kehidupan Muhammad saw., Anda tidak akan pernah berhenti kagum melihat kemuliaan dan kebesaran pribadi beliau saw. Sisi kebesaran itu terlihat dari sikap seimbang dan selaras dalam setiap perilakunya, sikap beliau dalam menggunakan segala sarana untuk meluluhkan kalbu setiap orang dalam setiap kesempatan.
Sarana paling besar yang dilakukan Muhammad saw. dalam dakwah dan perilaku beliau adalah, gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibiruntuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam.
Jangan Anda tanyakan efektifitasnya dalam mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok pengalang di antara anak manusia!. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir yang bersih, itulah senyuman!
Itulah senyuman yang direkam Al Qur’an tentang kisah Nabi Sulaiman as, ketika Ia berkata kepada seekor semut,
“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. An Naml:19
Senyuman itulah yang senantiasa keluar dari bibir mulia Muhammad saw., dalam setiap perilakunya. Beliau tersenyum ketika bertemu dengan sahabatnya. Saat beliau menahan amarah atau ketika beliau berada di majelis peradilan sekalipun.
Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.”
Suatu ketika Muhammad saw. didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad saw., sehingga leher beliau membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras, “Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal! Muhammad saw. menoleh kepadanya seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul maal kepadanya.”
Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ikut serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka.
Ka’ab ra. berkata setelah mengungkapkan alasan orang-orang munafik dan sumpah palsu mereka:
“Saya mendatangi Muhammad saw., ketika saya mengucapkan salam kepadanya, beliau tersenyum, senyuman orang yang marah. Kemudian beliau berkata, “Kemari. Maka saya mendekati beliau dan duduk di depan beliau.”
Suatu ketika Muhammad saw. melintasi masjid yang di dalamnya ada beberapa sahabat yang sedang membicarakan masalah-masalah jahiliyah terdahulu, beliau lewat dan tersenyum kepada mereka.
Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci, sampai akhir detik-detik hayat beliau.
Anas bin Malik berkata diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, “Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Muhammad saw. yang membuka hijab kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka!”
Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya!
Menyentuh Hati
Muhammad saw. telah meluluhkan hati siapa saja dengan senyuman. Beliau mampu “menyihir” hati dengan senyuman. Beliau menumbuhkan harapan dengan senyuman. Beliau mampu menghilangkan sikap keras hati dengan senyuman. Dan beliau saw. mensunnahkan dan memerintahkan umatnya agar menghiasi diri dengan akhlak mulia ini. Bahkan beliau menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan. Rasulullah saw. bersabda,
“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya.
Meskipun sudah sangat jelas dan gamblang petunjuk Nabi dan praktek beliau langsung ini, namun Anda masih banyak melihat sebagaian manusia masih berlaku keras terhadap anggota keluarganya, tehadap rumah tangganya dengan tidak menebar senyuman dari bibirnya dan dari ketulusan hatinya.
Anda merasakan bahwa sebagian manusia -karena bersikap cemberut dan muka masam- mengira bahwa giginya bagian dari aurat yang harus ditutupi! Di mana mereka di depan petunjuk Nabi yang agung ini! Sungguh jauh mereka dari contoh Nabi muhammad saw.!
Ya, kadang Anda melewati jam-jam Anda dengan dirundung duka, atau disibukkan beragam pekerjaan, akan tetapi Anda selalu bermuka masam, cemberut dan menahan senyuman yang merupakan sedekah, maka demi Allah, ini adalah perilaku keras hati, yang semestinya tidak terjadi. Wal iyadzubillah.
Pengaruh Senyum
Sebagian manusia ketika berbicara tentang senyuman, mengaitkan dengan pengaruh psikologis terhadap orang yang tersenyum. Mengkaitkannya boleh-boleh saja, yang oleh kebanyakan orang boleh jadi sepakat akan hal itu. Namun, seorang muslim memandang hal ini dengan kaca mata lain, yaitu kaca mata ibadah, bahwa tersenyum adalah bagian dari mencontoh Nabi saw. yang disunnahkan dan bernilai ibadah.
Para pakar dari kalangan muslim maupun non muslim melihat seuntai senyuman sangat besar pengaruhnya.
Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal, “Bagaimana Anda Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Manusia” menceritakan:
“Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.”
Ia melanjutkan, “Saya minta setiap mahasiswa saya untuk tersenyum kepada orang tertentu sekali setiap pekannya. Salah seorang mahasiswa datang bertemu dengan pedagang, ia berkata kepadanya, “Saya pilih tersenyum kepada istriku, ia tidak tau sama sekali perihal ini. Hasilnya adalah saya menemukan kebahagiaan baru yang sebelumnya tidak saya rasakan sepanjang akhir tahun-tahun ini. Yang demikian menjadikan saya senang tersenyum setiap kali bertemu dengan orang. Setiap orang membalas penghormatan kepada saya dan bersegera melaksanakan khidmat -pelayanan- kepada saya. Karena itu saya merasakan hidup lebih ceria dan lebih mudah.”
Kegembiraan meluap ketika Carnegie menambahkan, “Ingatlah, bahwa senyum tidak membutuhkan biaya sedikitpun, bahkan membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, justeru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya.”
Betapa kita sangat membutuhkan sosialisasi dan penyadaran petunjuk Nabi yang mulia ini kepada umat. Dengan niat taqarrub ilallah -pendekatan diri kepada Allah swt.- lewat senyuman, dimulai dari diri kita, rumah kita, bersama istri-istri kita, anak-anak kita, teman sekantor kita. Dan kita tidak pernah merasa rugi sedikit pun! Bahkan kita akan rugi, rugi dunia dan agama, ketika kita menahan senyuman, menahan sedekah ini, dengan selalu bermuka masam dan cemberut dalam kehidupan.
Pengalaman membuktikan bahwa dampak positif dan efektif dari senyuman, yaitu senyuman menjadi pendahuluan ketika hendak meluruskan orang yang keliru, dan menjadi muqaddimah ketika mengingkari yang munkar.
Orang yang selalu cemberut tidak menyengsarakan kecuali dirinya sendiri. Bermuka masam berarti mengharamkan menikmati dunia ini. Dan bagi siapa saja yang mau menebar senyum, selamanya ia akan senang dan gembira. Allahu a’lam

sumber:

Kesabaran Abu Qilabah atas Segala Cobaan

Add caption
Saudaraku...

Abu Ibrahim bercerita:
Suatu ketika, aku jalan-jalan di padang pasir dan tersesat sehingga tidak tahu pulang. Di sana kutemui sebuah kemah lusuh. kuperhatikan kemah tersebut, dan ternyata di dalamnya ada seorang tua yg duduk di atas tanah dengan sangat tenang.

----------
Ternyata orang ini kedua tangannya buntung, matanya buta, dan sebatang kara tanpa sanak saudara. Kulihat bibirnya kumat-kamit mengucapkan beberapa kalimat.


Aku mendekat untuk mendengar ucapannya, dan ternyata ia mengulang-ulang kalimat berikut:
Segala puji bagi Allah yang melebihkanku di atas banyak manusia. Segala puji bagi Allah yang melebihkanku di atas banyak manusia.


Aku heran mendengar ucapannya, lalu kuperhatikan keadaannya lebih jauh, ternyata sebagian besar panca inderanya tidak berfungsi. Kedua tangannya buntung, matanya buta dan ia tidak memiliki apa-apa bagi dirinya.


Kuperhatikan keadaannya sambil mencari adakah ia memiliki anak yg mengurusinya? atau isteri yg menemaninya? ternyata tak ada seorang pun.

Aku beranjak mendekatinya, dan dia merasakan kehadiranku. Dia lalu bertanya: “Siapa? siapa?”

“Assalaamu’alaikum. aku seorang yg tersesat dan menemui kemah ini” jawabku,

“Mengapa kau tinggal seorang diri di tempat ini? Di mana isterimu, anakmu, dan kerabatmu?” soalku.

“Aku seorang yang sakit, semua orang meninggalkanku, dan kebanyakan keluargaku telah meninggal.” jawabnya.

“Namun kudengar kau mengulang-ulang perkataan: “Segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia.!! Demi Allah, apa kelebihan yg diberikan-Nya kepadamu, sedangkan engkau buta, faqir, buntung kedua tangannya, dan sebatang kara.?” ucapku.


“Aku akan menceritakannya kepadamu, tapi aku punya satu permintaan kepadamu, maukah kamu mengabulkannya?” tanyanya.

“Jawab dulu pertanyaanku, baru aku akan mengabulkan permintaanmu” kataku.

“Engkau telah melihat sendiri betapa banyak cobaan Allah atasku, akan tetapi segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia, bukankah Allah memberiku akal yang sehat, yg dengannya aku boleh memahami dan berfikir?”


“Betul” jawabku.
Lalu katanya: “Berapa banyak orang yang gila?”

“Banyak juga” jawabku.
“Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia” jawabnya.

“Bukankah Allah memberiku pendengaran, yang dengannya aku boleh mendengar azan, memahami ucapan, dan mengetahui apa yang terjadi di sekelilingku?” tanyanya.

“Iya benar”, jawabku. “Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia” jawabnya.

“Betapa banyak orang yang tuli dan tidak mendengar?” katanya.

“Banyak juga.” jawabku. “Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia”, katanya.

“Bukankah Allah memberiku lisan yang dengannya aku mampu berdzikir dan menjelaskan keinginanku?” tanyanya.

“Iya benar” jawabku. “Lantas berapa banyak orang yg bisu tidak mampu berbicara?” tanyanya.

“Wah, banyak sekali” jawabku. “Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia” jawabnya.

“Bukankah Allah telah menjadikanku seorang muslim yg menyembah-Nya, mengharap pahala dari-Nya dan bersabar atas musibahku?” tanyanya.


“Iya benar” jawabku. lalu katanya: “Padahal berapa banyak orang yg menyembah berhala, salib, dan sebagainya dan mereka juga sakit? Mereka merugi di dunia dan akhirat.!!”

“Banyak sekali”, jawabku. “Maka segala puji bagi Allah yg melebihkanku di atas banyak manusia” katanya.

Pak tua terus menyebut kenikmatan Allah atas dirinya satu-persatu dan aku semakin takjub dengan kekuatan imannya. Ia begitu mantap keyakinannya dan begitu rela terhadap pemberian Allah.


Betapa banyak pesakit selain beliau, yg musibahnya tidak sampai seperempat dari musibah beliau tapi bila dibandingkan dengan orang ini, maka mereka tergolong ‘sehat’. Pun demikian, mereka meronta-ronta, mengeluh, dan menangis mau-maunya. Mereka amat tidak sabar dan tipis keimanannya terhadap balasan Allah atas musibah yg menimpa mereka, padahal pahala tersebut demikian besar.


Aku pun menyelami fikiranku makin jauh hingga akhirnya khayalanku terputus saat pak tua mengatakan:

“Hmmm, bolehkah kusebutkan permintaanku sekarang? maukah kamu mengabulkannya?”

“Iya.. apa permintaanmu?” kataku.

Maka ia menundukkan kepalanya sejenak seraya menahan tangis. ia berkata: “Tidak ada lagi yg tersisa dari keluargaku melainkan seorang anak berumur 14 tahun. Dia lah yg memberiku makan dan minum, serta mewudhukan aku dan mengurusi segala keperluanku. Sejak malam tadi dia keluar mencari makanan untukku dan belum kembali hingga kini. Aku tak tahu apakah dia masih hidup dan diharapkan kepulangannya, ataukah telah tiada dan kulupakan saja dan kamu tahu sendiri keadaanku yg tua renta dan buta, yg tidak mampu mencarinya.”


Maka kutanya ciri-ciri anak tersebut dan ia menyebutkannya, maka aku berjanji akan mencarikan anak tersebut untuknya.


Aku pun meninggalkannya dan tidak tahu bagaimana mencari anak tersebut aku tidak tahu harus memulai dari arah mana.


Namun tatkala aku berjalan dan bertanya-tanya kepada orang sekitar tentang si anak, nampaklah olehku dari kejauhan sebuah bukit kecil yang tak jauh letaknya dari kemah si pak tua.

==========

Di atas bukit tersebut ada sekawan burung gagak yg mengerumuni sesuatu. maka segeralah terbetik di benakku bahwa burung tersebut tidaklah berkerumun kecuali pada bangkai, atau sisa makanan.

Aku pun mendaki bukit tersebut dan mendatangi kawanan gagak tadi hingga mereka berhamburan terbang.

Tatkala kudatangi lokasi tersebut, ternyata si anak telah tewas dengan badan terpotong-potong. rupanya seekor serigala telah menerkamnya dan memakan sebagian dari tubuhnya, lalu meninggalkan sisanya untuk burung-burung.

Aku lebih sedih memikirkan nasib pak tua daripada nasib si anak.

Aku pun turun dari bukit. dan melangkahkan kakiku dengan berat menahan kesedihan yg mendalam.

Haruskah kutinggalkan Pak Tua menghadapi nasibnya sendirian, ataukah kudatangi dia dan kukabarkan nasib anaknya kepadanya?

Aku berjalan menujuk kemah Pak Tua, aku bingung harus mengatakan apa dan mulai dari mana?

Lalu terlintaslah di benakku akan kisah Nabi Ayyub ‘alaihissalaam. maka kutemui Pak Tua itu dan dia masih dalam keadaan yg memprihatinkan seperti saat kutinggalkan. Kuucapkan salam kepadanya, dan pak Tua yg malang ini demikian rindu ingin melihat anaknya. ia mendahuluiku dengan bertanya: “Di mana si anak?”

Namun kataku: “Jawablah terlebih dahulu. siapakah yg lebih dicintai Allah: engkau atau Ayyub ‘alaihissalaam?”

“Tentu Ayyub ‘alaihissalaam lebih dicintai Allah” jawabnya.

“Lantas siapakah di antara kalian yg lebih berat ujiannya?” tanyaku kembali.

“Tentu Ayyub.” jawabnya.

===


“Kalau begitu, berharaplah pahala dari Allah kerana aku mendapati anakmu telah tewas di lereng gunung. Ia diterkam oleh serigala dan dikoyak-koyak tubuhnya.” jawabku.


Maka Pak Tua pun tersedak-sedak menahan kesedihan seraya berkata: “Laa ilaaha illallaah.” dan aku berusaha meringankan musibahnya dan menyabarkannya. namun kesedihannya amat mendalam hingga aku mulai menalqinkan kalimat syahadat kepadanya. Hingga akhirnya dia meninggal dunia.

Ia wafat di hadapanku, lalu kututupi jasadnya dengan selimut yang ada di bawahnya. lalu aku keluar untuk mencari orang yang membantuku mengurus jenazahnya.

Maka kudapati ada tiga orang yg mengendarai unta mereka. nampaknya mereka adalah para musafir, maka kupanggil mereka dan mereka datang menghampiriku.

Kukatakan: “Maukah kalian menerima pahala daripada Allah kepada kalian? Di sini ada seorang muslim yg wafat dan dia tidak punya siapa-siapa yg mengurusinya. mahukah kalian menolongku memandikan, mengafani dan menguburkannya?”

“Iya..” jawab mereka.

Mereka pun masuk ke dalam kemah menghampiri mayat Pak Tua untuk memindahkannya. namun ketika mereka menyingkap wajahnya, mereka saling berteriak: “Abu Qilabah. Abu Qilabah.!!”

Ternyata Abu Qilabah adalah salah seorang ulama terkenal, akan tetapi waktu silih berganti dan ia dirundung berbagai musibah hingga menyendiri dari masyarakat dalam sebuah kemah lusuh.


Kami pun menunaikan kewajiban kami atasnya dan menguburkannya, kemudian aku kembali bersama mereka ke Madinah.

Malamnya aku bermimpi melihat Abu Qilabah dengan penampilan indah. dia mengenakan gamis putih dengan badan yang sempurna.dia berjalan-jalan di tanah yang hijau. maka aku bertanya kepadanya:

“Hai Abu Qilabah. apa yg menjadikanmu seperti yang kulihat ini?”

Maka jawabnya: “Allah telah memasukkanku ke dalam Jannah, dan dikatakan kepadaku di dalamnya:

Salam sejahtera atasmu sebagai balasan atas kesabaranmu, maka (inilah Syurga) sebaik-baik tempat kembali.
Kitab: ‘Aasyiqun fi Ghurfatil ‘amaliyyaat, oleh Syaikh Muh. Al Arify.


Subhanallah...

Sungguh Allah akan membalas kesabaran hamba-hambanya dengan sesuatu yang lebih baik. Allah Subhana wata’ala berfirman :

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Az-Zumar:10)

"Dan Allah menyukai orang-orang yang sabar." (Ali Imran:146)

"Dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (Al-Anfal:46)

"Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka, dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya." (Al-Furqan:75)

========


Untuk itu wahai saudaraku...
Tetaplah teguhkan kesabaran kita diatas sunnah ini, karena begitu banyak cobaan-cobaan yang akan kita hadapi. Dan bersyukurlah kita yang terkadang mendapat cobaan dari Allah karena itulah bentuk kecintaan Allah kepada hamba-hambanya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar dan semoga Allah meridhoi kita masuk ke dalam syurganya karena kesabaran kita. Amin Y Robb....

sumber:https://www.facebook.com/photo.php?fbid=388365257848580&set=t.100000513563384&type=1&theater