Blogger news

Rabu, 04 Mei 2011

Profile Osama Bin Laden

Osama bin Laden terlahir
dengan nama Usamah bin Muhammad bin
Awwad bin Ladin pada 10 Maret 1957 di
Jeddah, Arab Saudi. Petinggi Al-Qaeda ini
merupakan anak dari pasangan pengusaha
kaya Arab Saudi, Muhammad bin Awad bin
Ladin dengan istri kesepuluhnya, Hamida Al
Attas.
Sewaktu remaja, Osama dikabarkan telah
bergabung dengan sejumlah gerakan
fundamentalisme Islam. Kemudian, Osama
sempat pula bergabung dengan kepolisian
yang bertugas menegakkan syariah.
Awal perkenalannya dengan dunia jihad
adalah saat berkuliah di Universitas King
Abdul Aziz, Jeddah. Osama sangat
terinspirasi dengan salah satu pengajarnya,
Abdullah Azzam, yang merupakan tokoh
Mujahidin dalam perjuangan mengusir Soviet
dari Afghanistan.
Osama pun kemudian mulai membangun
jaringannya saat bergabung dengan milisi
Mujahidin pada 1979. Saat itu, Osama
berperan dalam mengumpulkan dana untuk
Mujahidin, memanfaatkan relasi keluarganya.
Usai Soviet mundur dari Afghanistan, Osama
kemudian pulang ke Arab Saudi. Di sana, dia
bergabung dengan kelompok penentang
Raja Fahd.
Tak ayal, ini menyebabkan Pemerintah Arab
Saudi mencabut hak kewarganegaraannya
pada 1994. Sejumlah aset Osama di Arab
Saudi pun ikut dibekukan.
Karena itulah, kiprah Osama pun kembali
banyak dilakukan di Arab Saudi, terutama di
sekitar Pakistan dan Afghanistan. Osama
kemudian mengumpulkan 'alumni' Mujahidin
dan mendirikan Al-Qaeda.
Kelak, organisasi yang didirikan ini yang
menjadikannya target dan buruan nomor
satu Amerika Serikat. Karena sejumlah aksi
Al-Qaeda memang ditujukan dengan
menyerang fasilitas milik Amerika Serikat.
Osama dianggap menjadi 'otak' sejumlah
aksi teror. Mulai serangan terhadap sejumlah
Kedutaan Besar AS, serangan terhadap kapal
perang USS Cole, hingga peristiwa 11
September 2001.

Sumber:vivanews.com

Selasa, 03 Mei 2011

Gerakan Pramuka


Gerakan Kepanduan adalah sebuah gerakan pembinaan pemuda yang memiliki pengaruh mendunia. Gerakan kepanduan terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan, baik untuk pria maupun wanita, yang bertujuan untuk melatih fisik, mental dan spiritual para pesertanya dan mendorong mereka untuk melakukan kegiatan positif di masyarakat. Tujuan ini dicapai melalui program latihan dan pendidikan non-formal kepramukaan yang mengutamakan aktivitas praktis di lapangan. Saat ini, terdapat lebih dari 38 juta anggota kepanduan dari 217 negara dan teritori.
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Sejarah
o 1.1 Kelahiran Gerakan Kepanduan
* 2 Perkembangan Gerakan Kepanduan
* 3 Keanggotaan
* 4 Gerakan Pramuka Indonesia
* 5 Catatan
* 6 Lihat pula
* 7 Pranala luar

[sunting] Sejarah
Pramuka di Monas
[sunting] Kelahiran Gerakan Kepanduan

Gerakan ini dimulai pada tahun 1907 ketika Robert Baden-Powell, seorang letnan jendral angkatan bersenjata Britania raya, dan William Alexander Smith, pendiri Boy's Brigade, mengadakan perkemahan kepanduan pertama (dikenal sebagai jamboree) di Kepulauan Brownsea, Inggris.

Ide untuk mengadakan gerakan tersebut muncul ketika Baden-Powell dan pasukannya berjuang mempertahankan kota Mafeking, Afrika Selatan, dari serangan tentara Boer. Ketika itu, pasukannya kalah besar dibandingkan tentara Boer. Untuk mengakalinya, sekelompok pemuda dibentuk dan dilatih untuk menjadi tentara sukarela. Tugas utama mereka adalah membantu militer mempertahankan kota. Mereka mendapatkan tugas-tugas yang ringan tapi penting; misalnya mengantarkan pesan yang diberikan Baden-Powell ke seluruh anggota militer di kota tersebut. Pekerjaan itu dapat mereka selesaikan dengan baik sehingga pasukan Baden-Powell dapat mempertahankan kota Mafeking selama beberapa bulan. Sebagai penghargaan atas keberhasilan yang mereka dapatkan, setiap anggota tentara sukarela tersebut diberi sebuah lencana. Gambar dari lencana ini kemudian digunakan sebagai logo dari gerakan Pramuka internasional.

Keberhasilan Baden-Powell mempertahankan kota Mafeking membuatnya dianggap menjadi pahlawan. Dia kemudian menulis sebuah buku yang berjudul Aids to Scouting (ditulis tahun 1899), dan menjadi buku terlaris saat itu.

Pada tahun 1906, Ernest Thompson Seton mengirimkan Baden-Powell sebuah buku karyanya yang berjudul The Birchbark Roll of the Woodcraft Indians. Seton, seorang keturunan Inggris-Kanada yang tinggal di Amerika Serikat, sering mengadakan pertemuan dengan Baden-Powell dan menyusun rencana tentang suatu gerakan pemuda.

Pertemuannya dengan Seton tersebut mendorongnya untuk menulis kembali bukunya, Aids to Scouting, dengan versi baru yang diberi judul Boy's Patrols. Buku tersebut dimaksudkan sebagai buku petunjuk kepanduan bagi para pemuda ketika itu. Kemudian, untuk menguji ide-idenya, dia mengadakan sebuah perkemahan untuk 21 pemuda dari berbagai lapisan masyarakat selama seminggu penuh, dimulai pada tanggal 1 Agustus, di kepulauan Brownsea, Inggris. Metode organisasinya (sekarang dikenal dengan sistem patroli atau patrol system dalam bahasa Inggris) menjadi kunci dari pelatihan kepanduan yang dilakukannya. Sistem ini mengharuskan para pemuda untuk membentuk beberapa kelompok kecil, kemudian menunjuk salah satu di antara mereka untuk menjadi ketua kelompok tersebut.

Setelah bukunya diterbitkan dan perkemahan yang dilakukannya berjalan dengan sukses, Baden-Powell pergi untuk sebuah tur yang direncanakan oleh Arthur Pearson untuk mempromosikan pemikirannya ke seluruh Inggris. Dari pemikirannya tersebut, dibuatlah sebuah buku berjudul Scouting fo Boys, yang saat ini dikenal sebagai buku panduan kepramukaan (Boy Scout Handbook) edisi pertama.

Saat itu Baden-Powell mengharapkan bukunya dapat memberikan ide baru untuk beberapa oraganisasi pemuda yang telah ada. Tapi yang terjadi, beberapa pemuda malah membentuk sebuah organisasi baru dan meminta Baden-Powell menjadi pembimbing mereka. Ia pun setuju dan mulai mendorong mereka untuk belajar dan berlatih serta mengembangkan organisasi yang mereka dirikan tersebut.

Seiring dengan bertambahnya jumlah anggota, Baden-Powell semakin kesulitan membimbing mereka; Ia membutuhkan asisten untuk membantunya. Oleh karena itu, ia merencanakan untuk membentuk sebuah Pusat Pelatihan Kepemimpinan bagi Orang Dewasa (Adult Leadership Training Center). Pada tahun 1919, sebuah taman di dekat London dibeli sebagai lokasi pelatihan tersebut. Ia pun menulis buku baru yang berjudul Aids to Scoutmastership dan beberapa buku lainnya yang kemudian ia kumpulkan dan disatukan dalam buku berjudul Rovering to Success for Rover Scouts pada tahun 1922.

Sekalipun Gerakan Kepanduan didirikan Baden-Powell, tetapi ia banyak terinspirasi Frederick Russell Burnham, org Amerika yg membantu Inggris di Afsel. Burnham banyak belajar tehnik hidup di alam bebas dr ayahnya yg menjadi pastor di tempat penampungan (reservasi) orang Indian. Burnham yg sukses menghadapi beberapa perang pemberontakan Indian, lalu pergi ke Afsel & berkenalan dg Baden-Powell di Perang Boer. Dari Burnham lah Baden-Powell menyusun berbagai ketrampilan2 dasar yg diperlukan seorang Boy Scout (Pandu). Terinspirasi org Indian. Selanjutnya di Gerakan Kepanduan, Burnham diangkat sebagai “Kepala Suku” pertama dari gerakan yg didirikan Baden-Powell. scout is game
[sunting] Perkembangan Gerakan Kepanduan

Tak lama setelah buku Scouting For Boys diterbitkan, Pramuka mulai dikenal di seluruh Inggris dan Irlandia. Gerakannya sendiri, secara perlahan tapi pasti, mulai dicoba dan diterapkan diseluruh wilayah kerajaan Inggris dan koloninya.

Unit kepanduan di luar wilayah kerajaan Inggris yang pertama diakui keberadaannya, dibentuk di Gilbraltar pada tahun 1908, yang kemudian diikuti oleh pembentukan unit lainnya di Malta. Kanada ialah koloni Inggris pertama yang mendapat ijin dari kerajaan Inggris untuk mendirikan gerakan kepanduan, diikuti oleh Australia, Selandia Baru, dan Afrika Selatan. Chili ialah negara pertama diluar Inggris dan koloninya yang membentuk gerakan kepanduan. Parade Pramuka pertama diadakan di Crystal Palace, London pada tahun 1910. Parade tersebut menarik minat para remaja di Inggris. Tidak kurang dari 10.000 remaja putra dan putri tertarik untuk bergabung dalam kegiatan kepanduan. Pada 1910 Argentina, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, India, Meksiko, Belanda, Norwegia, Russia, Singapura, Swedia, dan Amerika Serikat tercatat telah memiliki organisasi kepramukaan.

Semenjak didirikan, Gerakan Pramuka yang memfokuskan program pada remaja usia 11-18 tahun telah mendapat respon yang menggembirakan, anggota bertambah dengan cepat. Kebutuhan program pun dengan sendirinya bertambah. Untuk memenuhi keinginan dan ketertarikan para generasi muda pada saat itu, gerakan pramuka menambah empat program dalam organisasinya untuk melebarkan lingkup keanggotaan gerakan pramuka. Keempat prpogram tersebut meliputi : Pendidikan Generasi Muda usia dini, Usia Remaja, pendidikan kepanduan putri, dan pendidikan kepemimpinan bagi pembina.

Program untuk golongan siaga, unit Satuan Karya, dan Penegak/pandega mulai disusun pada akhir tahun 1910 di beberapa negara. Terkadang, kegiatan kegiatan tersebut hanya berawal di tingkat lokal/ ranting yang dikelola dalam skala kecil, baru kemudian diakui dan diadopsi oleh kwartir nasional. Kasus serupa terjadi pada pendirian golongan siaga di Amerika Serikat, yang program golongan siaganya telah dimulai sejak 1911 di tingkat ranting namun belum mendapatkan pengakuan hingga 1930.

Sejak awal didirikannya gerakan kepanduan, para remaja putri telah mengisyaratkan besarnya minat mereka untuk bergabung. Untuk mengakomodasi minat tersebut, Agnes Baden Powell —adik dari bapak kepanduan sedunia, Robert Baden Powell,— pada tahun 1910 ditunjuk menjadi presiden organiasi kepanduan putri pertama di dunia. Agnes pada awalnya menamakan organisasi tersebut Rosebud, yang kemudian berganti menjadi Brownies (Girl Guide) pada 1914. Agnes mundur dari kursi presiden pada tahun 1917 dan digantikan oleh Olive Baden Powell, istri dari Lord Baden-Powell. Agnes tetap menjabat sebagai wakil presiden hingga ia meninggal pada usia 86 tahun. Pada waktu tersebut, kepanduan putri telah diposisikan sebagai unit terpisah dari kepanduan pria, hal tersebut dilakukan menimbang norma sosial yang berlaku saat tersebut. Pada era 90-an, Banyak organisasi kepanduan di dunia yang saling bekerjasama antara unit putra dan putri untuk memberikan pendidikan kepanduan.

Program awal bagi pendidikan pembina diadakan di London pada tahun 1910, dan di Yorkshire pada tahun 1911. Namun, Baden Powell menginginkan pendidikan tersebut dapat dipraktekkan semaksimal mungkin. Hal tersebut berarti bahwa dalam setiap pendidikan diperlukan praktek lapangan semisal berkemah. Hal ini membimbing pembentukan kursus Woodbadge. Akibat Perang Dunia I, pendidikan woodbadge bagi para pembina tertunda hingga tahun 1919. Pada tahun tersebut, diadakan kursus woodbadge pertama di Gilwell Park. Pada saat ini, pendidikan bagi pembina telah beragam dan memiliki cakupan yang luas. Beberapa pendidikan yang cukup terkenal bagi pembina, seperti Pendidikan dasar, Pendidikan spesifik golongan, hingga kursus Woodbadge.
[sunting] Keanggotaan
Scouting 'round the world, 1977 edition

Sampai tahun 2005, terdapat lebih dari 28 juta anggota terdaftar kepanduan putra dan 10 juta anggota terdaftar kepanduan putri di seluruh dunia dari 216 negara dan teritori berbeda.

Daftar 20 besar negara-negara dengan jumlah anggota pramuka terbesar:
Negara Keanggotaan [1][2] Tahun Berdiri
Kepanduan Putra Kepanduan Putri
Amerika Serikat 9,500,000 1910 1912
Indonesia 8,100,000 1912 1912
India 3,700,000 1909 1911
Filipina 2,600,000 1910 1918
Thailand 1,400,000 1911 1957
Britania Raya 1,000,000 1907 1909
Bangladesh 950,000 1920 1928
Pakistan 570,000 1909 1911
Kenya 420,000 1910 1920
Korea 280,000 1922 1946
Kanada 260,000 1908 1910
Jerman 260,000 1910 1912
Jepang 240,000 1913 1919
Italia 210,000 1912 1912
Nigeria 160,000 1915 1919
Polandia 160,000 1910 1910
Perancis 150,000 1910 1911
Belgia 150,000 1911 1915
Hong Kong 150,000 1914 1916
Malaysia 140,000 1911 1916
[sunting] Gerakan Pramuka Indonesia
Presiden SBY Membuka Jambore Nasional VIII-2006
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Gerakan Pramuka Indonesia

Bapak Pramuka Indonesia adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Lambang dari gerakan gerakan ini adalah bayangan tunas kelapa. Lambang tersebut diciptakan oleh Sunardjo Atmodipuro, karena ia berfikir bahwa seluruh bagian dari pohon kelapa bermanfaat. Diharapkan dengan lambang itu, para pramuka bisa memberi banyak manfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitar.
SUMBER:id.wikipedia.org

Tips mengetik Cepat

Seperti aktivitas lainnya mengetik cepat dapat dilatih. Dengan pembiasaan, bukanlah hal yang sulit untuk dapat meningkatkan kecepatan mengetik. Sebagian besar dari kita tentunya masih ingat betapa bingungnya saat hendak mencari huruf yang hendak dipukul di masa-masa awal belajar mengetik. “Dimana q ya?”… (Sambil mencari-cari huruf q). Dengan pembelajaran rutin, kita pun dapat mengetik cepat ala hacker-hacker komputer di film-film bioskop.

Kebiasaan buruk yang memperlambat kecepatan mengetik ada 2. Pertama adalah mengetik dengan mata melihat keyboard. Kedua mengetik tidak dengan 10 jari, namun 11 jari (maksudnya jari telunjuk kanan dan kiri).

Dengan terbiasa melihat keyboard akan sangat menghambat kecepatan mengetik. Idealnya saat mengetik mata terfokus pada monitor dan atau bahan yang akan diketik. Memang pada tahap awal sangat sulit menghapus kebiasaan ini karena kita belum hafal posisi huruf-huruf di keyboard tanpa melihatnya. Namun dengan jalannya waktu kita pun akan terbiasa dan hafal dengan sendirinya.

Kedua biasakan mengetik dengan 10 jari. Sejak jaman mesin ketik manual, tuts keybord sudah dirancang untuk ditekan dengan kesepuluh jari dan bukan hanya telunjuk kanan dan kiri saja. Di mayoritas keyboard komputer, pada huruf f dan j di tengah-tengah keyboard biasanya terdapat tonjolan kecil yang terasa bila diraba tanpa melihat. Pada huruf f kita posisikan telujuk kiri, lalu jari tengah kiri hingga kelingking kiri di huruf d, s dan a. Untuk tangan kanan posisinya dimulai dari telunjuk hingga kelingking adalah untuk posisi huruf j, k, l dan tanda ;. Huruf g ditekan telunjuk kiri dan h ditekan telunjuk kanan. Posisi ini sering disebut home position. Posisi untuk huruf lainnya dapat dicari dengan menaikan ke 8 jari kanan dan kiri tadi satu langkah ke atas (untuk huruf q, w, e, r dan u, i, o, p serta t dan y) dan satu baris ke bawah (untuk huruf z, x, c, v, dan m, , , . / serta b dan n). Spasi ditekan dengan ibu jari kanan atau kiri. Tombol shift, enter dan backspace ditekan dengan kelingking.

Ada beberapa software yang dapat membantu menghapus dua kebiasaan buruk tadi sekaligus melatih untuk bisa mengetik lebih cepat. Dari banyak software yang ada, saya memilih gtypist sebagai yang terbaik. Software ini berlisensi GPL alias open source sekaligus gratis dan dikeluarkan oleh GNU project. Meski awalnya hanya tersedia untuk platform Linux, beberapa waktu lalu saya berhasil menemukan versi windows yang sudah dikompilasi orang. Jangan kaget jika memang software ini berbasis command line tanpa ada grafik-grafik bagus dan sound-sound menarik. Namun software ini sangat membantu untuk membentuk kebiasaan baik dalam mengetik sekaligus meningkatkan kecepatannya. Saya adalah salah satu orang yang sudah membuktikannya. Jadi jika tertarik, anda pun bisa mencobanya.Gtypist dapat didownload di
http://ftp.gnu.org/gnu/gtypist/w32_binaries/

sumberhttp:www.untukku.com