Blogger news

Minggu, 09 September 2012

Benarkah Neil Armstrong Pernah Mendarat di Bulan?



Kematian Neil Armstrong pada Sabtu (25/8/2012) dalam usia 82 tahun disambut duka oleh pihak keluarga dan rekan seperjuangannya seperti Buzz Aldrin.
Di sisi lain, kematian Armstrong  yang disebut sebagai astronot pertama  mendarat di Bulan ini juga menyisakan pertanyaan.
Pertanyaan terbesar adalah apakah benar Neil Armstrong dan dua rekannya–Buzz Aldrin dan Michael Collins–mendarat di Bulan pada 20 Juli 1969? Atau, apakah Badan Penerbangan dan Antariksa NASA serta Neil Armstrong cs hanya berbohong pada dunia?
Pada 15 Februari 2001, Fox Television menyiarkan program “Conspiracy Theory: Did We Land on the Moon?“
Menurut program yang ditayangkan Fox itu, pendaratan di Bulan cuma hoax. Proses pendaratan direkam di studio oleh NASA. Program Fox ini membuat NASA berang.
Ada beberapa bukti yang dianggap menunjukkan bahwa pendaratan cuma jadi-jadian, selain fakta bahwa saat itu Amerika Serikat tengah berusaha keras “bertarung” melawan Uni Soviet sebagai negara pertama yang mengangkasa.
Pakar astronomi Phil Plait: mestinya bendera tak berkibar di ruang hampa
Bukti pertama adalah soal foto astronot. Dalam acara Fox tersebut, diungkapkan bahwa foto astronot seharusnya dilatari oleh bintang dan benda langit lain. Tapi, latar itu tak ada.
Dalam sebuah kesempatan yang membahas segala kejanggalan pendaratan manusia di Bulan, salah satu ahli astronomi bernama Phil Plait, mengemukakan kejanggalan foto pendaratan Armstrong.
Pada foto yang selama puluhan tahun telah terpublikasi ke seluruh dunia itu, sama sekali tidak nampak keberadaan bintang di langit.
“Tidak ada atmosfir di Bulan, dengan demikian seharusnya bintang-bintang yang terlihat dari langit di Bulan akan bersinar lebih terang,” kata Plait.
Kedua adalah soal bendera Amerika Serikat yang berkibar. Diketahui, di Bulan tidak ada angin. Menurut Plait, tanpa angin, seharusnya kibaran bendera itu tak ada. Demikian, disiarkan juga dalam program program itu.
Perhatikan bayang-bayang yang terlewatkan. Bayang-bayag apa itu?
Teori konspirasi itu sempat membuat “panas”. Buzz Aldrin, salah satu astronot yang terlibat misi Apollo 11 memukul wajah Bart Sibrel, pembuat film pada program itu. Kala itu Sibrel meminta Aldrin bersumpah di atas Alkitab bahwa ia pernah mendarat di Bulan.
Beberapa lama setelah program itu, Badan Penerbangan dan Antariksa NASA mengeluarkan pernyataan resmi di situs webnya. Intinya, NASA mengatakan bahwa pendaratan di Bulan benar adanya.
Dalam pernyataan bertajuk “The Great Moon Hoax” tanggal 23 Februari 2001, NASA menerangkan beberapa hal yang dipertanyakan dalam program Fox serta menyajikan bukti pendaratan di Bulan.
Soal tak adanya bintang, misalnya, NASA menyatakan bahwa hal yang sama pun bisa terjadi pada foto yang dibuat di Bumi. Kamera sulit mengabadikan spacesuit yang terang dan bintang yang relatif redup sekaligus dalam satu foto.
Tentang bendera, NASA menyatakan bahwa kibaran tak selalu diakibatkan oleh angin. Saat menancapkan bendera di tanah Bulan, astronot memutar tiangnya. Hal ini, menurut NASA, akan mengakibatkan bendera berkibar.
NASA juga menyatakan bahwa para astronot tidak kembali ke Bumi dengan tangan kosong. Astronot membawa batuan Bulan yang bisa dibuktikan memiliki karakteristik berbeda dengan batuan Bumi.
Perhatikan latar ini, sama persis
Salah satu batuan bulan yang dinamai Big Mulley memiliki kawah-kawah kecil bekas tumbukan meteoroid.
Ada juga bukti kimia pada batuan yang menunjukkan adanya reaksi zat pada batuan saat terpapar sinar kosmik. Ini tak terjadi di Bumi yang punya atmosfer.
Terlihat bayangan cahaya pada lensa kamera seperti terkena cahaya studio
NASA hingga saat itu terus menyajikan bukti-bukti lain. Contoh, wahana Lunar Reconaissance Orboitter yang kini mengorbit Bulan menyajikan adanya Lunar Modul (LM) serta alat pembantu dalam gelap, Passive Seismic Experiment Package (PSEP) dan Laser Ranging RetroReflector (LRRR), yang digunakan dalam misi Apollo.
Selain itu, ditunjukkan pula jejak sepanjang kurang lebih 50 meter di West Crater, arah timur dari Lunar Modul. Jejak itu adalah perjalanan yang tak direncanakan dalam dua setengah jam akhir misi Apollo.
Nah, apakah NASA benar-benar mendarat di Bulan? Atau, NASA dan Neil Armstrong beserta rekannya hanya berbohong? Apakah benar teori konspirasi itu? Atau jangan-jangan, teori konspirasi itu yang justru merupakan konspirasi?
Tanah di Bulan tampak seperti rekayasa dari studio
Apapun, kabar yang menyebutkan bahwa pendaratan manusia di Bulan adalah suatu bentuk teori konspirasi belakangan kembali mencuat.
Semakin banyak pihak dan bukti yang menguatkan keraguan Neil Armstrong pernah melakukan pendaratan di Bulan 43 tahun silam.
Menurut kalangan yang tak percaya, yang sebenarnya terjadi adalah, Armstrong berada di dalam sebuah studio alam buatan di sebuah tempat di Arizona yang sengaja diseting mirip dengan keadaan di Bulan.
Mestinya objeknya gelap karena tertutup bayangan roket, tapi ini terang
Hal ini sengaja dilakukan oleh NASA dan pemerintahan Amerika Serikat untuk menciptakan ketakutan publik dan menyelamatkan imej Amerika yang mulai meredup karena kekalahannya dalam perang Vietnam.
Langkah ini juga sekaligus ingin memukul telak Uni Soviet yang kala itu bersaing ketat dengan AS dalam kemajuan teknologi luar angkasa. Demikian keterangan yang dilansirMoon Daily, Senin (13/7/2009).
Para pihak yang meragukan berupaya menghantam hal ini dengan memperbanyak teori dan bukti ilmiah yang menguatkan. Di antaranya, mereka memaparkan teori yang menyebutkan bahwa kemungkinan besar para astronot itu akan habis terpanggang terlebih dahulu saat melewati ‘sabuk’ Van Allen sebelum mencapai Bulan.
Sederet kejanggalan lain diungkap sejumlah pakar lain tentang  ‘proyek’ ke bulan ini, secara ilmiah. Yang diungkap di atas, hanya beberapa di antaranya.
Perhatikan bayangannya, kenapa ke arah yang berbeda?
Foto-foto ini hanyalah beberapa di antara kejanggalan yang dimaksud sejumlah ahli. Sebenarnya masih banyak foto yang menurut para pakar itu tak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kejanggalan lain, setelah  berita heboh pendaratan ke Bulan itu, Neil Armstrong cenderung ‘tenggelam’ seperti menutup diri.
Meski setelah itu ada beberapa misi ke Bulan sampai 1972, tapi tak seramai sebelumnya (1969). Publik  dikabarkan tak begitu antusias seperti sebelumnya, karena merasa pendaratan Apolo 11 ke Bulan itu sebagai hoax.
Bahkan tersiar kabar bahwa rekaman video pendaratan manusia di Bulan yang asli hilang. Ini adalah hal yang tidak masuk akal. Seharusnya, jika memang peristiwa tersebut benar, maka rekaman video tersebut menjadi sebuah dokumen yang sangat penting dan sangat mahal.
Apakah NASA tidak menyimpannya dengan baik? Apakah tidak ada satu pun orang atau stasiun televisi yang merekamnya? Atau barangkali NASA menarik dan memusnahkan semua rekaman tersebut karena takut kebohongannya akan diketahui setelah teknologi semakin maju dan banyak orang yang kritis?
Hal yang paling mengejutkan adalah tersiar juga berita bahwa astronot yang vokal tentang kebohongan NASA tidak bisa pulang lagi ke rumah karena mereka “disekolahkan”. Neil Armstrong termasuk astronot yang “manut” dan tidak “neko-neko” sehingga dia tidak perlu “disekolahkan”.
Perhatikan, ada batu yang ada huruf C-nya
Pertengahan tahun 2009, isu ini kembali diangkat. Barack Obama dituntut untuk bisa memberikan informasi yang benar dan bertanggung jawab tentang video pendaratan manusia di Bulan, termasuk permintaan maaf kepada publik jika terbukti bahwa NASA telah melakukan kebohongan.
Tentu saja masyarakat sekarang semakin kritis dan tidak akan menerima hal-hal yang irasional apalagi tidak disertai dengan bukti-bukti yang jelas.
Jadi, bagaimana sebenarnya? Kita ikuti saja kelanjutan ceritanya. Yang jelas, kebenaran akan terbukti dan kebohongan pasti akan terungkap, sebagaimana peribahasa “sepandai apapun menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga”.
Siapa yang benar, siapa yang dusta, saatnya akan benar-benar terbongkar. Wallahu A’lam 

Dajjal Akan Jadi Komandan Pasukan Elit Israel? Mengungkap Misteri Huruf Kaf, Fa & Ra pada Dahi Dajjal


Pesawat Tempur Brigade KIFR
(Salam-online.com) : Salah satu peristiwa menjelag akhir zaman adalah ditandai dengan munculnya sosok Dajjal.
Sosok Dajjal ini sampai sekarang masih menyisakan misteri. Sebagian orang mencoba menakwilkan bahwa yang dimaksud Dajjal bukanlah sosok manusia melainkan rezim yang menguasai dunia.
Sebagian mereka memaksakan diri untuk membuat cerita Dajjal menjadi masuk akal dengan mengatakan bahwa semua hadits tentang Dajjal memiliki makna kiasan dan simbolis saja.
Namun masalahnya, sekali kita menetapkan bahwa Dajjal yang dimaksud bukanlah sosok makhluk yang sebenarnya, melainkan sebuah simbol kiasan, maka harus dijelaskan pula makna simbol dari sekian banyak hadits itu.
Dan, sekali dianggap kiasan (artinya tokoh ini bukanlah manusia / makhluk hidup) maka semua keterangan tentang sosok Dajjal pun harus dianggap kiasan.
Namun yang benar, Dajjal adalah seorang manusia biasa sebagaimana dalam hadits dikatakan:
"Dajjal adalah seorang pemuda ..." (HR Muslim).
"Dajjal adalah seorang laki-laki yang gemuk ..." (HR Bukhari).
Ia (jassasah) berkata, "Wahai orang-orang pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu.Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita dari kalian!, " (HR Muslim).
Dajjal tidak punya anak / keturunan ... (HR Muslim).
Demikian pula Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memahami sosok Dajjal itu adalah manusia biasa yang bermata satu. Sampai-sampai Rasulullah sempat curiga dengan sosok Ibnu Qathan, laki-laki yang terlahir cacat dengan mata satu (buta sebelah).
Para sahabat berkata, "Dajjal ini lebih menyerupai Ibnu Qathan seorang laki-laki dari Khuza'ah" (HR Muslim, Kitabul Iman, Bab Dzikril Masih putra Maryam as-Masihid Dajjal Jilid 2 hal 237).
Pesawat Brigade KIFR
Namun salah satu misteri sosok Dajjal yang terbesar adalah tulisan KAF-FA-RA pada dahinya.
Bagi kelompok yang mentakwilkan Dajjal adalah sebuah ideologi, sistem kekafrian atau rezim sekuler atau organisasi rahasia Yahudi, maka keterangan mengenai tulisan 'kafir' atau huruf kaf-fa-ra adalah makna kiasan bahwa sistem ideologi Dajjal adalah ideologi kafir yang anti ad-Din.Sedangkan pernyataan bahwa tulisan tersebut berada di "dahi" adalah lambang dari "pemikiran" atau "ideologi / paham".
Namun mereka lupa keterangan dalam hadits lain yang menegaskan bahwa tulisan kaf-fa-ra itu benar-benar tulisan yang bisa dibaca oleh manusia yang bisa baca tulis maupun tidak bisa baca tulis.
Dari Anas radhiyallahu 'anhu Rasulullah shallallahu' alaihi wasallam bersabda, " Dan di antara kedua matanya termaktub tulisan 'kafir', " (HR Bukhari, Kitabul Fitan, Bab Dzikrid Dajjal Jilid 13 hal 91).
Kemudian Rasulullah mengejanya: "kaf-fa-ra-yang dapat dibaca oleh setiap Muslim , "(HR Muslim Jilid 18: 59].
Dalam satu hadits dari jalur lain yaitu dari Hudzaifah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, " Dapat dibaca oleh setiap orang mukmin, baik ia tahu tulis baca maupun tidak , "(HR Muslim 18: 61).
Pesawat Brigade KIFR
Ibnu Hajar Asqolani ketika mensyarah hadits ini berkata, "Tulisan 'kafir' ini adalah hakiki, sesuai dengan lahirnya.Tulisan ini dapat diketahui oleh mukmin dengan pandangan matanya, meskipun dia tidak kenal tulis-menulis, dan tidak dapat diketahui oleh kafir sekalipun dia tahu baca tulis.sebagaimana halnya orang mukmin dapat mengetahui bukti-bukti kekuasaan Allah dengan pandangan matanya sedangkan orang kafir tidak mengetahuinya. Maka Allah menciptakan pengetahuan untuk orang mukmin tanpa mengalami proses belajar mengajar. sebab pada zaman itu memang terjadi hal-hal yang luar biasa. [Fathul-Bari Jilid 13 hal 100].
Imam Nawawi berkata, "Pendapat yang dipegang oleh para muhaqiq adalah bahwa tulisan ini nampak secara lahir dan hakiki (sebenamya) sebagai suatu tanda dan alamat yang diciptakan oleh Allah di antara sejumlah alamat atau tanda-tanda yang menunjukkan dengan qath'i akan kekafiran, kebohongan , dan kebatilannya (Dajjal). Dan tanda-tanda ini dinampakkan oleh Allah kepada Muslim yang tahu tulis baca maupun yang tidak tahu tulis baca, dan disembunyikannya untuk orang yang dikehendaki-Nya akan celaka dan terfitnah. Dan hal ini tidak dapat dihalangi sama sekali, "(Syarah Shahih Muslim oleh Imam Nawawi jilid 18 hal 60).
Maka jelaslah di sini bahwa tulisan kafir atau huruf kaf-fa-ra ini bukanlah makna kiasan seperti teori orang yang terpaksa mentakwil seluruh fitur Dajjal karena terlanjur meyakini bahwa Dajjal bukanlah sosok makhluk melainkan sebuah sistem / ideologi / rezim / kekuasaaan atau organisasi rahasia Yahudi.
Topi Kupluk Brigade KIFR di Jidat
Tentang huruf KAF - FA - RA di dahi Dajjal. Bisa jadi ia adalah berupa tatoo. Namun penulis lebih cenderung bahwa itu adalah simbol atau emblem di topi baret atau topi tentara. Apa dasarnya dugaan ini?
Sebagaimana diketahui baru-baru ini bahwa Israel telah membentuk Pasukan Elit anti Teroris berupa satu Brigade yang dinamai Brigade Kifr . Brigade Kifr ini terdiri dari gabungan berbagai batalion angkatan Darat, Laut dan Udara.
Salah satu data yang penulis peroleh bahwa Brigade Kifr ini terdiri dari:
  1. Tim Levi
  2. Tim Lion
  3. Tim Nachshon
  4. Tim Samson
Maka semua tim dan alat perang Brigade Kifr ini menggunakan lambang dengan tulisan "Kifr". Bisa jadi Dajjal adalah seorang berperawakan tinggi besar berkulit putih kemerahan (ciri khas orang bule) berambut ikal dan dengan mata kanan dan kiri agak cacat, berasal dari Yahudi Georgia, atau Armenia atau Isfahan atau wilayah lain yang dulunya merupakan wilayah Khurasan.
Ia bergabung dengan Brigade Elit Israel ini dan mengenakan seragam dan Topi yang bertuliskan "Kifr" di dahinya.
Anda dapat melihat tulisan KAF-FA-RA, baik yang ditulis dalam huruf latin di pesawat dan tank Brigade KIFR atau dalam huruf IBRANI di helm dan topi baret brigade ini. Maka bukan mustahi Dajjal kelak ketika muncul akan bergabung dan menjadi komandan dari Brigade ini (lihat foto-fotonya).
Tulisan KFR dalam huruf Ibrani merupakan logo brigade KIFR
Tulisan KIFR dengan huruf Latin pada pesawat Brigade KIFR




Kamis, 09 Agustus 2012

Proyek Internasional Zionis Yahudi Menanam Pohon Ghorqod, Tempat untuk Berlindung, Dimulai Sejak 1984



ZIONISME (salam-online.com):
WASHINGTON Post edisi April 1984 memuat satu artikel tentang pertemuan Presiden AS Ronald Reagan dengan seorang pelobi senior Yahudi dari American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) bernama Tom Dine. Pertemuan itu berlangsung secara pribadi.
Kepada Tom Dine, Reagan yang merupakan mantan Gubernur Negara Bagian California ini dengan serius berkata, “Anda tahu, saya berpaling kepada nabi-nabi kuno Perjanjian Lama dan kepada tanda-tanda yang meramalkan Perang Armageddon. Saya sendiri jadi bertanya-tanya, apakah kita ini akan melihat semuanya itu terpenuhi. Saya tidak tahu. Apakah Anda belakangan ini juga telah memperhatikan nubuat-nubuat para nabi itu… akan tetapi, percayalah kepada saya, bahwa nubuat-nubuat itu menggambarkan masa-masa yang sekarang ini sedang kita jalani.”
Tom Dine tersenyum dan mengangguk pelan.
Presiden Reagan merupakan Presiden Amerika Serikat pertama yang memulai suatu tradisi baru dalam protokoler Gedung Putih, dimana kebaktian, seminar keagamaan, dan pertemuan-pertemuan dengan sejumlah tokoh Gereja Evangelikal Amerika sering diadakan. Di masa Reagan-lah paham Zionis-Kristen masuk dalam lingkaran elit pemerintahan Amerika. Seluruh kebijakan, terutama kebijakan Amerika di luar negeri, khususnya untuk wilayah Timur Tengah, sangat kental bernuansa Zionis.
Penerus Reagan, George H. W. Bush, William J. Clinton, dan George W. Bush, merupakan orang-orang yang sangat yakin tentang nubuat-nubuat (janji-janji atau ramalan-ramalan) Tuhan seperti yang tercantum di dalam Injil Darby atau Scofield, Injil resmi Amerika. Menurut keyakinan mereka, abad milenium merupakan zaman akhir dimana suatu ketika akan terjadi Peperangan Besar Terakhir (Armageddon) yang melibatkan seluruh dunia, antara Tentara Tuhan melawan Pasukan Iblis. Kristus akan mengalahkan Anti-Christ. Dan setelah itu dunia akan menjadi damai dan sejahtera hingga datangnya hari penghabisan.
Sebab itu, dilandasi kepercayaan akan hari akhir seperti yang dinubuatkan dalam Injil Darby, para Presiden Amerika bekerja dengan sekuat tenaga untuk melapangkan jalan bagi suatu hari dimana akan datang Kristus yang kedua kalinya. Karena menurut kepercayaan mereka Kristus akan turun di tanah Palestina, maka mereka berupaya untuk menguasai Tanah Palestina sepenuhnya dan memberikannya kepada orang-orang Yahudi.
Kaum Zionis, apakah mereka yang berada di Tanah Palestina maupun yang tersebar di Amerika dan Eropa, sangat yakin bahwa era milenium ketiga ini merupakan pintu gerbang pada akhir zaman. Entah sengaja atau tidak, kasus WTC 911, dimana Menara Kembar WTC yang dilihat dari jauh bagaikan sebuah gerbang, diruntuhkan, maka seakan terbukalah suatu era baru bagi keyakinan ini.
Segala daya upaya mereka lakukan guna menghadapi datangnya Messiah yang mereka yakini akan memimpin mereka dari Kuil Sulaiman untuk menaklukkan dunia.
Namun ada satu anomali yang secara diametral bertentangan dengan keyakinan mereka ini. Di satu sisi mereka mengaku sangat yakin akan bisa mengalahkan seluruh umat manusia, wabilkhusus umat Islam, dan menjadi pemimpin dunia, namun di sisi lain mereka juga berlomba-lomba menanami Tanah Palestina yang mereka duduki secara tidak sah, dengan pohon ghorqod (nama latin: Nitraria retusa).
Ada sebuah hadits shahih tentang hari akhir mengenai pohon ini: “Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu membunuh mereka, sehingga seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon berkata: ‘Hai Muslim! Hai hamba Allah! Ini Yahudi di belakangku, kemarilah, bunuhlah dia! Kecuali pohon ghorqod, maka, itu adalah dari pohon-pohonnya orang Yahudi,” (HR Muslim VII/188, Bukhari IV/51, Lu’lu’ wa al-Marjan III/30).
Melihat ulah para Zionis-Yahudi yang berlomba-lomba menanami Tanah Palestina dengan pohon Ghorqod, maka kenyataan ini menjelaskan kepada kita bahwa kaum Yahudi itu sesungguhnya memahami hakikat hari akhir, dimana mereka akan dikejar-kejar oleh umat Islam dan hanya pohon Ghorqod-lah satu-satunya tempat yang bersedia dijadikan tempat persembunyian (perlindungan) kaum Yahudi.