Blogger news

Sabtu, 10 Desember 2011

Okto Maniani, Mutiara Baru Indonesia


Di antara 'pemain asing' yang menjadi bintang di Piala AFF 2010, satu nama lokal yang namanya paling mencuat adalah Okto Maniani. Alfred Riedl dan timnas beruntung mendapat satu mutiara dari Papua.

Sebelum perhelatan Piala AFF 2010, mungkin belum banyak yang mengenal sosok Oktovianus Maniani. Namun kini pesepakbola berusia 20 tahun itu jadi bintang yang bersinar di antara nama-nama lain seperti Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales.

Kehadiran pesepakbola yang termasuk berukuran mini tersebut bisa membuat publik sepakbola Indonesia sejenak melupakan Boaz Salosa. Pemain yang sebelumnya jadi salah satu andalan timnas itu dicoret Alfred Riedl karena alasan indisipliner.

Seperti Boaz, Okto adalah produk tim sepakbola Papua, yang dibina untuk PON 2008. Selanjutnya ia meniti karir sepakbola profesionalnya di PSMS Medan pada musim 2009.

Sayang ia gagal membawa PSMS bertahan di Indonesia Super League setelah kalah di playoff dari Persebaya Surabaya. Musim lalu ia memutuskan pindah ke Persitara Jakarta Utara.

Nasib kurang baik menemuinya lagi karena Persitara pun harus turun kasta. Namun penampilan impresif serta aksi individu khas Papua membuat Sriwijaya FC terpikat dan meminangnya awal musim ini. Okto pun kembali tampil bagus di Sriwijaya dan membuatnya dipanggil Alfred Riedl masuk timnas.

Performa ngototnya di sayap kiri dalam sejumlah ujicoba sebelum Piala AFF membuat Okto menyegel satu tempat di starting eleven.

Kepercayaan yang dibayar tuntas oleh Okto dalam dua laga Grup A Piala AFF. Satuassist dibuat Okto saat Indonesia menang 5-1 atas Malaysia dan penampilannya mengundang decak kagum.

Di laga berikutnya kontra Laos, ia kembali tampil memuaskan dan kali ini satu gol turut disumbangkannya dalam pesta enam gol tanpa balas 'Merah Putih'. Dia pun mempersembahkan gol tersebut untuk keluarganya.

"Saya gembira dan bangga dengan gol yang saya cetak tadi. Saya persembahkan gol ini untuk istri dan kedua putra putri saya," sahut Okto saat ditemui usai pertandingan.

Lebih lanjut Okto berjanji ingin tampil sebaik mungkin di laga-laga selanjutnya Indonesia. Banyaknya pemain senior di tim kali ini dinilainya sangat membantu dalam performanya di atas lapangan hijau.

"Saya bisa main bagus karena banyak pemain senior di tim ini. Ini bagus untuk menambah pengalaman dan tampil lebih baik lagi ke depannya," janji Okto.


Sumber : http://amrusujud.blogspot.com

Foto Udara Jakarta Jaman Penjajahan


Tandjoengpriok Harbor, pelabuhan Batavia, Java 




Tandjoengpriok Harbor, pelabuhan Batavia, Java 




Harbour View Tandjoengpriok, Batavia, Jawa 1926




Etablissement batubara di pedalaman kedua Tandjoenpriok, Batavia, Jawa before 1930




Inflight photo with Glenn Martin bombers of the Royal Netherland Indian Army (KNIL) over the harbor of Tandjong Priok on Batavia. 1933-1940




On the upper left place todays National Museum. Inflight photo with Glenn Martin bombers of the Royal Netherland Indian Army (KNIL) over the "Koningsplein" in Batavia. 1933-1940




Air photo of the Royal Batavian Yacht Club and the 'Unie-kampong' at Batavia's harbour Tanjung Priok 1928-1942




Air photo of the KPM building and the 'Willemskerk' at Weltevreden, Batavia 1920-1940




Aerial foto Batavia (master Cornelis), dengan Sungai Tjiliwoeng 1900-1940




Jl hadir. Juanda / Jl. Veteran. sudut kanan Atas ke ini adalah Jl. Gajah Mada dan Jl. Hayam Wuruk. Foto udara Jakarta, Den Haag dan Rijswijk 1940 




Air photo of Hotel des Indes, Batavia 09-1931




Pemandangan Noordwijk, Batavia 1940




Pemandangan Rijswijk, Batavia. Pada layar akan mencakup Clichéfabriek Hoffmann, Bellevue Hotel Pension, Toko Buku Evers Harpa dan Grand Hotel Jawa .. Pemandangan Rijswijk, Batavia 1928-1942




Aerial view of Land Printers, Ostrich District, Batavia 1900-1940


Aerial view of the factory of the NHM and the opposite station in Batavia 1933-1935


Aerial view of the port of Tandjoengpriok, Batavia, Java 


Air photo of the museum of the Royal Batavian Society of Arts and Sciences, Batavia 1920-1940


Air photo of the palace of the Governor-General on 'Koningsplein', Batavia 1925-1940


Mr. Cornelis Matramanplantsoen and Pegangsaan, Batavia 1940


Netherlands port of departure Tandjoengpriok mail boat, the port of Batavia, Java 1937


View of the Fair 'Pasar Gambir "in 1930 at the Royale in Jakarta, Java


Aircraft over Batavia, November 25, 1924

8 Fakta Antara Anak dan Orang Tua



Ini menurut survey yang saya dapet, anak-anak kelakuannya kadang suka bikin orang tua sedih.

1. Anak selalu berfikir orang tuanya pilih kasih terhadap saudaranya.
2. Anak selalu merasa terkekang oleh orang tuanya.
3. Anak selalu merasa lebih pintar dan membantah nasihat orang tuanya.
4. Anak selalu merasa bahwa dirinya tidak disayang.
5. Anak selalu memperhitungkan segala sesuatu yang telah ia lakukan untuk orang tuanya.
6. Anak selalu meributkan harta warisan orang tuanya.
7. Anak selalu menganggap remeh pekerjaan yang telah diberikan.
8. Anak selalu membentak orang tuanya saat berbicara.
Tapi ada 8 fakta juga bahwa ada yang tidak diketahui anak apa yang dirasa juga perbuat sama orang tuanya.
1. Anak tidak mengerti jika dibalik sepengetahuannya orang tuanya selalu memuji anak di depan saudaranya yang lain.
2. Anak tidak mengerti bahwa semua yang dilakukan orang tuanya hanya demi kebaikan anaknya.
3. Anak tidak mengerti bahwa orang tuanya telah menjalani kehidupan yang lebih keras dibanding anaknya.
4. Anak tidak mengerti bahwa di setiap doa dan harapan orang tua nama anak selalu di ingat.
5. Orang tua tidak pernah memberitahukan pengorbanannya selama melahirkan anaknya.
6. Orang tua telah mempersiapkan harta warisan untuk anaknya, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkannya.
7. Orang tua tidak rela melihat anaknya hidup bersusah – susah di tempat orang lain.
8. Anak tidak mengerti setiap kali ia membentak, hati orang tua akan bergetar dan menyebabkan umurnya lebih pendek.